alkohol
alcohol
Ringkasan Singkat
Senyawa organik cair, terutama etanol, yang bertindak sebagai agen psikoaktif utama dalam minuman keras dan memiliki efek depresan pada sistem saraf pusat.
Dalam konteks psikologi dan kesehatan, alkohol merujuk pada etanol (etil alkohol), yang merupakan bahan psikoaktif utama dalam minuman beralkohol. Secara kimiawi, alkohol mencakup kelompok besar senyawa organik, termasuk metanol dan isopropanol, namun jenis-jenis tersebut bersifat sangat beracun dan mematikan jika dikonsumsi manusia. Etanol bekerja dengan menekan aktivitas sistem saraf pusat (CNS depressant), terutama melalui modulasi reseptor GABA di otak.
Konsumsi alkohol menghasilkan efek euforia ringan, relaksasi, dan penurunan hambatan diri (disinhibisi) pada dosis rendah. Namun, pada dosis yang lebih tinggi, alkohol menyebabkan gangguan koordinasi motorik, bicara cadel, penilaian yang buruk, dan dalam tingkat ekstrem dapat menyebabkan koma atau kematian akibat depresi pernapasan. Penggunaan kronis alkohol berkaitan erat dengan risiko ketergantungan dan berbagai kerusakan organ, termasuk hati dan otak.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- APA Dictionary of Psychology
- World Health Organization (WHO) - Alcohol
- National Institute on Alcohol Abuse and Alcoholism (NIAAA)
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.